Soroako in mind

Subuh.. alarm biologis membangunkan.

Hmm rasanya harus membaca sesuatu, masih banyak buku yang belum ku sentuh lagi sejak ku beli.

Kulirik rak buku orange yang berusaha kokoh dengan timbunan buku diatasnya (kebanyakan pinjaman yang belum dibalikin :)).

Hmm yang mana yah…

Lalu tatapanku menemukan sesuatu yang lain, bukan di antara deretan buku itu, tapi tergeletak di lantai.

Welcome to Sorowako, judul itu  langsung membuatku menjatuhkan pilihan.

Ku raih, kuletakan dalam pangkuanku dan kenangan  mulai menari-nari diantara lembar demi lembar yang terbuka.

Kota kecil ku Soroako (sekarang  sudah ditambah satu huruf jadi Sorowako -cara nyebutnya tetap sama), rumputnya,  pepohonan, bukit gundul, tanah merah, debu, jalan berkerikil, aspal, selokan, sungai kecil, danau biru yang memukau dan banyak lagi, harus mulai dari mana?!

Ok mulai dari sini saja:

Lapangan rumput di halaman mesjid al ikhwan 22 tahun yang lalu.

Batang yang licin dan daun2nya bergoyang oleh tiupan angin sepoi disiang yang terik. Langkah2 kecil mengendap -endap mendekati belalang yang berkamuflase diantara hijau rerumputan. Tiap kali mendapatkan satu buruannya gadis kecil itu menjerit girang dan mengumumkannya pada teman lain yang juga melakukan hal yang sama. Betisnya gatal tersapu rumput, peluh membasahi keningnya, ekor kudanya lengket ditengkuknya. Tapi hari itu baru saja akan dimulai. Jelajah gadis kecil itu baru akan dimulai waktu TK Al Ikhwan mendentangkan lonceng tanda sekolah usai. (to be continue)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s