Matano di mataku, Matano di matanya

Ketika akhirnya pergi meninggalkannya Aku sangat merindukanya Aku ingin menghabiskan waktuku lebih banyak lagi berada disana Ketika akhirnya rasa itu mulai pudar Aku mulai merasa dapat melakukannya tanpa harus berada disana Meski kadang begitu berat Melupakan apa yang ada dalam keingingan terbesarmu sungguh menyakitkan Tapi sekali lagi mungkin ini jalannya Tak dapat bertanya lebih jauh lagi Kerana mungkin aku sendiri lah yang telah menjauhkan diriku darinya Begitupun saat merindukannya aku tak pernha mencoba untuk benar- benar mengobatinya Kubiarkan saat itu datang padaku Kubiarkan diriku menikmatinya saat masa bersamaku dengannya tiba. Apakah arti semua ini?

Disudut sana dia menikmati semua itu Mengagumi semua keindahan itu sejak pertama kali melihatnya Memujanya dengan hati yang penuh Diantara semua keinginan yang ada serta pemujaannya Ia tak pernah merasakan segar air matano dalam rengkuhan tangannya Tidak juga pada membenamkan dirinya dan menyatu dengan keindahannya itu Apa yang kau pikirkan … Mengapa tak membiarkan dirimu menikmatinya Selama ini Tak inginkah?

Kisah ini membuatku sedih…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s