Permintaan hati

17 /01/2010 Pintu kamar macet. Bapak kos lalu datang memeriksa. Kupikir beliau akan datang bersama tukangandalannya tapi ternyata ia datang bersama ibu dan alat pertukangannya. Mulailah dia mengerjakan pintu itu denganperlengkapannya ditemani kami yang saat itu sedang berkumpul dengan masing- masing sebungkus nasi kuning dan acara tv import dari jepang (yang dari kostumnya bisa ditebak acara ini telah berlalu beberapa decade di negaraasalnya) Bapak mulai melepaskan handle pintu sambil memulai kuliahnya pagi itu.

Makanan kesukaannya pagi hari adalah nasi hangat, cah kangkung dan ikan kering yang dipanggang langsung diatas api kompor. Makanan itu disantap beramai-ramai dengan teman kosnya. Waktu itu sekitar akhir tahun 60 an. Perjalanan dari kampungnya menuju kota Makassar dimana ia kuliah ditempuh dalam waktu dua hari dua malam dengan menggunakan truk. Dalam truk mereka yang bercita-cita mencari ilmu itu berjejalan laki-laki dan perempuan. Tak ada pilihanlain. Tapi disinilah kisah cinta bapak dimulai. Pertama kali melihat gadis pujaan hatinya saat mereka berjejalan didalam sana. Tapi saat itu bapak hanya menyimpan rasanya di dalam hati untuk dirinya sendiri. Lalu mulailah semuanya mengalir, hati yang bertanya -tanya tentang dia mulai mendapat sedikit –demi sedikit informasi. Dan saat sebuah kesempatan dia akhirnya dapat berbicara langsung denganny, hatinya langsung mengembang. Penantian hampir setahun terbayar dalam percakapan dua menit!

Ternyata bukan dia bukan satu-satunya hati yang mendamba. Suatu hari sahabatnya datang dan menceritakan betapa ia menginginkan bunga itu. Bunga yang sama yang telah menghiasi hayalnya sejak pertama kali melihatnya. Hati bapak ?! Bayangkanlah!. Ia bahkan menemani sang sahabat untuk mengutarakan niatnya pada sang pujaan. Sambil menunggu ia berdoa agar sang gadis tidak menerima sahabatnya itu. Dan doanya terkabul. Sang gadis belum bersedia untuk menjalin hubungan seperti yang diinginkan. Legalah hati bapak tapi sejak saat itu ia mulai menyadari ia tak sendirian ingin memenangkan hati gadis itu. Ia berada didalam antrian yang cukup panjang. Tidak hanya bersaing dengan sahabatnya sendiri tapi juga banyak kumbang lainya.( hehe kacian ya cowok harus bersaing sama kumbang). Tapi bagaimanapun bapak tetap berusaha sportif.

Usai memperbaiki handle pintu bapak menutup kisahnya dengan mengungkapkan sebuah kunci pada tiga gadis yang mendengarkan dengan malu-malu pagi itu. “Minta pada Alllah! Sholatlah! Kamu tak memiliki apapun kecuali dirimu yang tak memiliki apapun itu. Pintalah pada Yang Maha Memiliki. Yang lain bisa memiliki beberapa hal tapi , Sang Maha Memiliki adalah Pemilik Segalanya. Dan lihatlah siapa yang akhirnya mendapat kebahagiaan itu! Bapak menutup pintu lalu tersenyum menghampiri wanita yang telah menunggunya sedari tadi. Wanita yang menjadi jawaban dari do’anya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s