sakit mata

mataku merah. akhirnya giliran aku juga yang terserang virus ini. setelah awalnya mendapati audy, lalu abi’. aku terus saja mewanti2 keduanya agar tak mengucek-ucek matanya kalau sedang gatal.
khawatir juga melihat mereka harus terganngu dengan sakit mata, tapi setelah kupikir-pikir akulah yang paling terusik. karena tak bisa membayangkan jika akhirnya akupun ikut-ikutan bermata merah.
dengan sedikit memaksa aku harus memakaikan salep mata yang konon manjur itu. Abhi merengek saat aku akan mengoleskannya dan aku memasang wajah yang tak menawarkan kompromi. ia meringis lalu menangis..dan aku walaupun mulai cemas tapi tetap berpura2 itu tak masalah.
akhirnya.. tiba pula giliranku. aku harus melindungi mataku dengan kacamata untuk menyamarkannya sekalianmelindungi dari angin yang rasanya akan memperparah mata merahku.
tiba2 teringat abi yang berceloteh kalu virusnya tak tertular melalui pandangan mata, tetapi melalui tangan .
hmm ..aku merindukannya lagi.
bocah yang selalu berharap aku mengajaknya berjalan 2 pagi usai solat subuh ,membacakannya kisah2 nabi, dan perang gelitikan kala aku mulai terkapar.
tanpa diminta tangan kecilnya akan menempel dipudakku dan mulai memijat jika aku tampak tak bersemangat…
ughhh kini aku kangen berat..dan sakit mata ini akan selalu mengingatkanku padanya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s