Mencari cinta yang hilang

Hari berganti dan sampailah penghujung tahun Hijriyah hingga Tahun baru 1432 Hijriyah telah tiba.

Pantai di CPI tampak sunyi hari itu. Sebelumnya perjalanan ke pulau kecil itu harus melalui sebuah jembatan darurat yang bila dilalui  suara balok2  yang tegilas ban kendaraan yang akan menyeberang kesana.

Pulau kecil ini hanya berjarak sekitar 500 meter dari anjungan pantai losari.

Di bibir pulau terlihat jelas suasana jalan sepanjang pantai dan kesibukan sekitar pantai.

Air terlihat kotor karena diujung  lain pulau senga ditimbun, lumpurnya terbawa hingga mengitari bibir pulau ini.

Belum lagi sampah yang seakan tak habisnya disana.

Jimut mulai menuliskan namanya dipasir dengan tongkat kayu yang didapatnya. Aku mencari rumah kerang yang terserak.

Langit di ujung barat tampak gelap. Angin menghembuskan udara dingin diantara hangatnya matahari padi yangmengintip di balik awan tipis.

Aku menyerah mencari kulit kerang yang terlihat hanya satu -dua  dan ikut menuliskan namaku di pasir seperti jimut.

Kubenamkan kakiku kedalam pasir kering dah merasakan kehangatan menjalar dari ujung jari.

Mencari makna di hari pertama tahun baru ini tapi ada sesuatu yang hilang.

Aku tahu semuanya akan sia-sia  tanpa rasa itu.

So azzam untuk tahun ini : mencari cinta yang hilang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s