Ketika aku mendengar langkahmu

Wajahnya berseri-seri saat menghampiriku di dapur malam tadi.

“Ada kabar baik ” katanya riang. ” Tanggal satu nanti aku dilamar” lanjutnya .

Ahh mendengarnya aku merasa campur aduk.

Di satu sisi aku bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari rona wajahnya.

Tapi disisi lain aku masih bertanya-tanya apakah laki-laki itu yang terbaik untuknya?

Seluruh tetek bengek yang perlu dipersiapkan lalu menyerbu dan akupun makin tenggelam dalam semua rasa yang muncul.

Pisang goreng dan martabak telur sudah siap disantap.

Tv dinyalakan dan remote segera disodorkannya padaku.

Ah saudariku yang satu ini memang sangat manis.

Diam-diam aku sudah mulai merasa akan kehilangan dirinya dan kebersamaan kami seperti ini.

Dan aku benci mengatakan ini, tapi aku juga cemburu.

Aku cemburu pada dirinya yang telah berhasil menetapkan sikapnya

diatara berbagai pergulatan batin yang sempat merenggut senyum dan menebar kegelisahan dalam dirinya.

Aku kembali tersadar, ini bukanlah akhir !

Babak baru  untuknya baru saja akan dimulai.

Sebuah paket kehidupan yang akan mewarnai perjalanannya .

**Diantara berbagai rasa ini aku tahu aku harus mulai belajar “melepasmu”

Dan  asa ku untuk kebahagiaanmu mengiringi setiap langkah yang akan kau jelang.

I’m happy for You

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s