Menemukan hasrat dalam buku

Salah satu momen yang tak terlupakan saat  masih kecil adalah ketika pertama kali aku bisa mengeja huruf dalam sebuah kata. Awalnya sungguh  membosankan. Menghapal abjad dari A sampai Z berulang-ulang tanpa memahami untuk apa aku harus menyiapkan waktu khusus untuk duduk berkonsentrasi mengingat 24 abjad itu. Kurasa motifku untuk menghapal semua huruf itu adalah untuk membuat bapak dan ibu senang. Tentu saja aku bisa diizinkan kembali  bermain bila hapalanku sudah membuat mereka puas, ini yang paling penting.

Ketika semua huruf sudah dihapal, selanjutnya aku harus menyatukannya. Bagaimana dua huruf yang digabungkan akan berbeda pengucapannya itu tak sungguh membingungkan. Sepertinya  membuat bapak dan ibu bahagia tidak berhenti sampai 24 abjad itu saja melainkan aku harus menghapalkan abjad baru yang entah berapa banyak lagi. Aku ingin menangis bila membayangkan lamanya waktu bermainku  yang terbuang hanya demi huruf yang tak tahu sampai kapan berakhir. Rasanya waktu berjalan begitu lambat.

Suatu ketika huruf yang kusatukan terdengar begitu familir ketika kuucapkan. ”B A , ba. B I bi, babi” ucapku dengan suara lantang. Tiba tiba saja terbayang  makhluk gemuk berkaki pendek dengan lubang hidung yang mengarah kedepan. Aku terpekik tak percaya lalu mengulang apa yang baru saja aku lakukan. Kata pertama yang berhasil kubaca hari itu membuat aku tak berhenti  mengeja  hampir setiap huruf yang kulihat lalu kembali menyatukannya dengan bersemangat hingga aku tahu apa makna dari gabungan huruf itu. Tiba-tiba saja semua jadi berbeda, semua memiliki arti. Bahkan plang toko didekat rumah yang selama ini kuanggap hanya hiasan di tiap toko, kini jadi memiliki arti bagiku. Dunia bukan tanpa makna lagi ketika aku bisa membaca.

Membaca berita VOA berjudul” LSM AS bangun perpustakaan bagi anak-anak di Indonesia”   membuatku bahagia sekaligus terhenyuh.    World is just a book away  nama LSM tersebut sangat tepat menggambarkan pentingnya arti sebuah buku. Mengakrabkan anak-anak dengan buku sama halnya  menambah kekayaan  imaji dalam dunia kecil mereka. Tentu saja upaya ini terus diperjuangkan oleh berbagai organisasi anak negeri yang berusaha agar membaca menjadi budaya yang merata dipelosok negeri .

Membangkitkan minat baca terutama  bagi anak-anak Indonesia tentu saja membutuhkan perhatian khusus. Tetapi disebagian besar wilayah di negara kita yang  luas ini, buku masih menjadi barang mewah. Sungguh sayang jika mereka yang memiliki keinginan untuk membaca tetapi tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Sementara di sisi lain anak-anak yang  memiliki akses untuk membaca buku yang baik belum tentu memiliki minat baca yang besar.

Dalam sebuah harian nasional, disebutkan bahwa jumlah terbitan buku di Indonesia tidak sampai 18.000 judul pertahun dibandingkan dengan Jepang yang mencapai 40.000 judul petahun, India 60,000 buku pertahun dan Cina 140000 judul buku pertahun. Rendahnya produksi buku  dipengaruhi oleh banyak hal terutama rendahnya daya beli dan minat baca masyarakat.

Kesadaran untuk membangkitkan kegemaran anak membaca rupanya telah mengubah tidak saja anak-anak yang menjadi obyeknya, tetapi juga mengubah hidup mereka yang terjun mendedikasikan diri menghadirkan bacaan untuk anak-anak. John  Wood, seorang  mantan eksekutif di microsoft,  meninggalkan kehidupannya yang mapan untuk membangun ribuan  perpustakaan di berbagai pelosok dunia. Atau seorang ibu rumah tangga sederhana di negri ini yang dengan  mandiri mengantarkan  buku-buku dengan bersepeda. Dan masih banyak lagi  kisah yang mengungkapkan betapa keinginan  menghadirkan buku bagi orang lain telah mengubah jalan hidup orang itu sendiri.

Kita memang membutuhkan lebih banyak lagi  sosok seperti mereka.  Mereka yang tidak bisa menunggu bacaan itu, entah bagaimana, sampai dihadapan anak-anak yang membutuhkan. Mereka adalah orang-orang yang menemukan hasratnya dalam buku dan berjuang menghadirkan jendela  dunia dalam rengkuhan tubuh-tubuh kecil itu.

Advertisements

2 thoughts on “Menemukan hasrat dalam buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s