Mencari kesempurnaan

sudah lama, hampir saja melupakan apa nama blog ini. dan ini bukan blog pertama yang ku buat. untuk sat ini blog iniah yang masih bertahan. sama seperti hal lain yang telah kumulai, enath sekarang bagaimana hasilnya aku ahanya meninggalkannya. anyway. ketika fera menelpon untuk berceita kisahnya, aku merasa ini bukan keahlianku tapi mungkin akulah orang yang bisa mendengarnya dan itulah yang membuat dia terus saja menelponku meski kadang aku tidak merespon dengan sama seriusnya dnegan apa yang sedang di ceritakannya. aku merasa tidak adil untuknya tapi kurasa yang dibutuhkannya hanyalah menumpahkan perasaannya yangterdalam pada orang diluar keluarganya, mungkin kita bahkan membutuhkan orangasing untk melakukan penilaian bagi diri kira. keluarga kira dan orangorang terdekat kita mungkin sudah punya penilaian yang membuat mereka terus saja menilai kita dengan cara yang sama meski kita tengah bersungguh-sungguh mengupayakan sesuatu yang berbeda. 

kepuasan dalam hidup. ketakutan pada masa depan yang suram dan bagaimana gambaran yang terlihat kini menjadi alasan bagaimana kita terlalu terpaku pada apa yang terlhat dimata kita. apa yang menjadi alasan kita untuk mengkhawatirkannya pun kadang tidak menjadi perhatian besar. kadang bahkan tidak kita pikirkan secara mendalam. karena kita telah ternggelam dalam kekhawatiran yang serasa nyata. 

ketika seorang teman dalam kebimbangan menjalani proses ta’arf setelah sekian lama menanti datangnyaa proses ini bahwa ia juga tak merasakan kebahagiaan, tapi sebaliknya ada kehawatiran. apa tanda dari semua ini. benarkah kekhawatiran menjadi alasa seseorang untuk berhati-hati. kekhawatiran adalah tanda awal bagi kepantasan sesuatu. semoga saja kita selalu mengkhawatirakan sesuaatu dalam ukuran ini . mungkinkah insting dapat melakukan tugasnya saat kita tak mampu lagi melakkan penilaian dengan benar saat kita tak lagi mampu mempercayaan penilaian kita secara logis. kita tak kuat menghadapi kekhawatira yang berasal dari dalam diri kita sendiri. kepuasan seperti apa yang menjadi incaran kita? apa yang selalu saja muncul dari dalam diri dan yang terbuang begitu saja tanpa mendapat perhatian yang berarti juga menjadi dasar bag penlaian kita? sejauh apa kita terus melakukan penilaian atas diri. dan dari manakah kita mendapat jawaban atas pertanyaan- pertanyaan dari kehawatiran kita itu? semua bergantung pada tingkat kepuasan yang kita inginkan. Kesempurnaan adalah tujuannya. tapi.. apakah sempurna itu? adakah sesuatu yang sempurna dimuka bumi ini? sejauh ini tidak ada yang menjadi alasan kita untuk tidak mengejar kesempurnaan dan itu adalah hadiah yang kita inginkan dari perjuangan yang kadang berdarah-darah. tapi dimanakah kesempurnaan itu? 

Allah , Engkaulah yang Maha Sempurna. Pemilik segala kesempurnaan. hingga diri yang kosong ini terus mencari dan kadang tersesat saat perjalanan itu dan mulai kehilangan arah menuju Mu. Ya Rab, ridhailah kami, tunjukilah jalan yang Engkau Ridhai. Selamatkanlah hati ini….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s